Gambaran Umum Kondisi Daerah Aspek Geografi dan Demografi

Kota Depok secara geografis terletak pada koordinat 6º19’00” – 6º28’00” Lintang Selatan dan 106º43’00” – 106º 55’30” Bujur Timur, dengan luas kurang lebih 20.029 Ha. Wilayah perencanaannya meliputi 11 kecamatan dan 63 kelurahan, yaitu Kecamatan Beji, Kecamatan Pancoran Mas, Kecamatan Cinere, Kecamatan Limo, Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Sawangan, Kecamatan Bojongsari, Kecamatan Cilodong, dan Kecamatan Tapos.
Batas-batas wilayah Kota Depok meliputi:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten;
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat;
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat; dan
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.
Secara administratif,berdasarkan Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kecamatan di Kota Depok, jumlah kecamatan berubah dari semula 6 Kecamatan dimekarkan menjadi 11 Kecamatan sebagaimana terlihat pada tabel 2.1 dan Gambar 2.1 dibawah ini.

Luas Wilayah Kota Depok Menurut Kecamatan

Tabel2.1 Luas Wilayah Kota Depok Menurut Kecamatan

NO

KECAMATAN

LUAS (HA)

NO

KECAMATAN

LUAS (ha)

I

BEJI

1,456

VII

CINERE

1,055

1

Beji

194

33

Cinere

366

2

Beji Timur

71

34

Gandul

264

3

Kemiri Muka

169

35

Pangkalan Jati

268

4

Pondok Cina

335

36

Pangkalan Jati Baru

158

5

Kukusan

340

VIII

CIMANGGIS

2,158

6

Tanah Baru

347

37

Cisalak Pasar

181

II

PANCORAN MAS

1,803

38

Mekarsari

385

7

Pancoran Mas

350

39

Tugu

542

8

Depok
Jaya

119

40

Pasirgunung
Selatan

271

9

Depok

366

41

Harjamukti

592

10

Rangkapan
Jaya Baru

382

42

Curug

187

11

Rangkapan
Jaya

370

IX

TAPOS

3,326

12

Mampang

217

43

Tapos

632

III

CIPAYUNG

1,145

44

Leuwinanggung

425

13

Cipayung

214

45

Sukatani

476

14

Cipayung
Jaya

235

46

Sukamaju Baru

425

15

Ratujaya

305

47

Jatijajar

265

16

Bojong Pondok Terong

220

48

Cilangkap

614

17

Pondok
Jaya

171

X

SAWANGAN

2,619

IV

SUKMAJAYA

1,735

50

Sawangan

329

18

Sukmajaya

333

51

Kedaung

211

19

Mekarjaya

326

52

Cinangka

343

20

Baktijaya

253

53

Sawangan Baru

276

21

Abadijaya

267

54

Pengasinan

406

22

Tirtajaya

288

55

Bedahan

586

23

Cisalak

268

56

Pasir Putih

469

V

CILODONG

1,619

XI

BOJONGSARI

1,930

24

Sukamaju

433

57

Bojongsari

206

25

Cilodong

218

58

Bojongsari Baru

197

26

Kalibaru

328

59

Pondok Petir

307

27

Kalimulya

305

60

Serua

321

28

Jatimulya

335

61

Curug

421

VI

LIMO

1,184

62

Duren Mekar

191

29

Limo

413

63

Duren Seribu

287

30

Meruyung

216

KOTA DEPOK

20.029

31

Grogol

364

32

Krukut

191

 Sumber : Depok Dalam Angka, 2010

Peta Wilayah Kota Depok

Gambar 2.1  Peta Wilayah Kota Depok

peta wilayah depok

TOPOGRAFI

Secara umum topografi Wilayah Kota Depok Kondisi topografi Kota Depok dari Selatan ke Utara merupakan daerah dataran rendah dan perbukitan bergelombang lemah, dengan elevasi antara 50 – 140 meter diatas permukaan laut dan kemiringan lerengnya 0%-25% (Sumber: Bakosurtanal). Kota Depok mempunyai luas wilayah sekitar 200,29 km2, dengan kondisi geografisnya dialiri oleh sungai-sungai besar dan mata air yang timbul menjadi air permukaan berupa situ-situ.

Bagian Utara umumnya berupa dataran rendah, sedangkan di wilayah bagian Selatan umumnya merupakan daerah bergelombang. Sebagian besar ketinggian Kota Depok berkisar antara 40-70 mdpl yang berada di bagian tengah Kota Depok dengan sebaran seluruhnya di Kecamatan Beji, sebagian kecil di bagian Selatan Kecamatan Cinere,  hampir seluruhnya di Kecamatan Cimanggis, sebagian di Kecamatan Bojongsari bagian Utara, dan sebagian besar di Kecamatan Pancoran Mas.

Sedangkan bagian selatan Kota Depok memiliki ketinggian 100-140 mdpl, antara lain berada di Kecamatan Sawangan, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Cilodong, dan Kecamatan Tapos. Secara umum kemiringan lereng di Kota Depok hampir rata dengan rata-rata kemiringan 0-8 %, adapun kemiringan 8-15 % hanya terdapat di wilayah sektor sempadan sungai.

GEOLOGI

Secara umum jenis tanah yang terdapat di Kota Depok  terdiri dari:

  1. Alluvial coklat kekuningan, tanah endapan yang masih muda, terbentuk dari endapan lempung, debu dan pasir, umumnya tersingkap di jalur-jalur sungai, tingkat kesuburan sedang–tinggi.
  2. Alluvial kelabu, bersifat fisik keras dan pijal jika kering dan lekat jika basah. Kaya akan fosfot yang mudah larut dalam sitrat 2% mengandung 5% CO2 dan tepung kapur yang halus dan juga berstruktur pejal dalam keadaan kering dapat pecah menjadi fragmen berbentuk persegi sedang sifat kimiwinya sama dengan bahan asalnya.
  3. Asosiasi Latosol Coklat Kemerahan Laterit Air Tanah, tanah latosol yang perkembangannya dipengaruhi air tanah, tingkat kesuburan sedang, kandungan air tanah cukup banyak, sifat fisik tanah sedang – kurang baik.
  4. Komplek alluvial Coklat dan Alluvial Coklat Keabuan.
  5. Latosol Coklat Kemerahan, tanah yang belum begitu lanjut perkembangannya, terbentuk dari tufa vulkan andesitis – basaltis, tingkat kesuburannya rendah – cukup, mudah meresapkan air, tahan terhadap erosi, tekstur halus.
  6. Latosol Merah, berasal dari vulkan intermedier, tanah ini subur, dan dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan.

KLIMATOLOGI

Wilayah Kota Depok termasuk daerah beriklim tropis yang dipengaruhi oleh iklim muson, musim kemarau bulan April – September dan musim penghujan antara bulan Oktober – Maret Maret (sumber: Revisi RTRW Kota Depok 2005-2010). Kondisi iklim di daerah Depok relatif sama.

Adapun kondisi iklim di Kota Depok sebagai berikut:

  • Temperatur : 24,3-33 derajat Celsius
  • Kelembaban rata-rata : 82 %
  • Penguapan rata-rata : 3,9 mm/th
  • Kecepatan angin rata-rata : 3,3 knot
  • Penyinaran matahari rata-rata : 49,8 %
  • Jumlah curah hujan : 2684 mm/tahun
  • Jumlah hari hujan : 222 hari/tahun

Kondisi curah hujan di seluruh wilayah di daerah Kota Depok relatif sama dengan kadar curah hujan sepanjang tahun, yang ditandai oleh perbedaan curah hujan yang cukup kecil. Curah hujan di Kota Depok terdiri dari:

  1. 1500–2000 mm/thn, terjadi di bagian utara wilayah Kota Depok,
  2. 2000–2500 mm/thn, terjadi di bagian utara wilayah Kota Depok,
  3. 2500–3000 mm/thn, terjadi di bagian tengah wilayah Kota Depok,

3000–3500 mm/thn, terjadi di wilayah selatan–timur Kota Depok.

KONDISI DEMOGRAFIS

Berdasarkan proyeksi BPS, Kota Depok pada Tahun 2014 dihuni oleh 2.033.508 jiwa, dengan seks ratio penduduk laki-laki terhadap perempuan sebesar 101,79. Laju pertumbuhan penduduk Tahun 2014 diperkirakan sebesar 3,64%, meningkat apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (3,35%).

 Grafik 2.1. Perkembangan Penduduk Kota Depok Tahun 2007–2014

grafik

Pertumbuhan penduduk yang demikian tinggi ini dipengaruhi oleh tingginya arus migrasi yang masuk ke Kota Depok, mengingat Kota Depok dinilai sebagai daerah yang sangat strategis dilihat dari seluruh fungsi kota, terutama jasa, perdagangan dan permukiman. Dari sisi kepadatan penduduk, kepadatan rata-rata Kota Depok Tahun 2014 mencapai 10.153 ribu jiwa/km2 dengan kecamatan terpadat adalah Kecamatan Sukmajaya (15.071 ribu jiwa/km2) disusul Kecamatan Beji (13.579 ribu jiwa/km2) dan Pancoran Mas (13.529 ribu jiwa/km2). Sedangkan  kepadatan   terendah   adalah   di   Kecamatan  Sawangan (5.580 ribu jiwa/km2) dan Bojongsari ( 5.891 ribu jiwa/km2).

Berdasarkan usianya, proporsi usia produktif (15-64 tahun) mencapai 70,66%, usia muda (0-14 tahun) ada 26,29%, dan usia lanjut (65 tahun keatas) mencapai 3,05%. Dengan demikian, angka ketergantungan/beban tanggungan Kota Depok mencapai 41,52% pada Tahun 2014.